Beberapa waktu terakhir, jualan kelas online sering jadi bahan sindiran di media sosial. Banyak yang menganggap semua kursus digital cuma tipu-tipu, isinya teori kosong, dan ujung-ujungnya cuma jual mimpi. Tapi, apakah benar semua kursus online itu scam?
Jawabannya: tidak selalu. Faktanya, bisnis edukasi digital adalah salah satu sektor yang paling cepat tumbuh dalam lima tahun terakhir.
Apalagi sejak pandemi, banyak orang mencari cara belajar dari rumah, meningkatkan skill, bahkan mengganti karier lewat pelatihan daring.
Jadi, masalahnya bukan di “jualan kelas”, tapi bagaimana cara menjualnya.
Kalau kamu punya keahlian nyata, materi berkualitas, dan niat membantu audiens berkembang, maka kursus online bisa jadi bisnis yang bermanfaat dan sangat potensial.
Kenapa Bisnis Edukasi Digital Makin Booming?
1. Perubahan Perilaku Belajar
Orang sekarang lebih suka belajar lewat video pendek, podcast, atau kelas mandiri yang bisa diakses kapan saja.
Fleksibilitas ini bikin kursus online jadi solusi yang efisien untuk banyak orang.
2. Biaya Lebih Terjangkau
Kursus online biasanya jauh lebih murah daripada pelatihan tatap muka. Selain itu, kamu bisa jual sekali, tapi diakses oleh banyak peserta (model skalabilitas tinggi).
3. Platform Semakin Banyak dan Mudah
Sekarang ada banyak platform yang bisa dipakai untuk membuat dan menjual kelas—seperti Goakal, Lynkid, Mayar, bahkan cukup dengan WhatsApp & Google Drive kalau mau mulai sederhana.
4. Skill-Based Economy
Era sekarang menilai orang bukan cuma dari gelar, tapi dari skill set.
Kursus online menjawab kebutuhan ini dengan cepat—dari skill desain, copywriting, data analysis, sampai parenting dan public speaking.
Baca Juga: Strategi Efektif Menghadapi Penurunan Daya Beli
Apa Saja Jenis Bisnis Edukasi Digital?
-
Self-paced online course: materi direkam, bisa diakses kapan saja
-
Live class: kelas via Zoom atau Google Meet dengan sesi interaktif
-
Mentoring / coaching: bimbingan 1-on-1 atau group mentoring
-
Membership platform: peserta bayar bulanan untuk akses konten eksklusif
-
Workshop hybrid: kombinasi video dan sesi langsung
Kamu bisa mulai dari yang sederhana dulu—bahkan cukup dari e-book + video + grup Telegram. Yang penting adalah value-nya bermanfaat dan bisa dipraktikkan.
Tantangan: Etika dan Kualitas
Booming bisnis edukasi digital juga bikin persaingan makin padat. Sayangnya, tidak semua pelaku menjaga etika. Banyak yang overpromise (janji penghasilan tinggi, kerjaan cepat), tapi isinya minim nilai. Inilah yang membuat stigma “jualan kelas itu scam” muncul.
Kalau kamu ingin masuk ke bisnis ini, pastikan:
-
Tidak menjual janji yang berlebihan
-
Transparan soal isi materi dan hasil yang bisa diharapkan
-
Memberi preview gratis atau testimoni asli dari peserta
-
Memberikan nilai nyata dan akses yang memudahkan peserta belajar
Ingat, jualan kelas bukan cuma soal cuan. Kalau kamu serius bangun personal brand jangka panjang, kualitas adalah senjata utama.
Strategi Membangun Bisnis Kursus Online yang Etis dan Laris
1. Bangun Kredibilitas Dulu
Sebelum jualan kelas, bagikan konten edukatif gratis lewat TikTok, Instagram, atau YouTube.
Ini bisa berupa tips, pengalaman pribadi, atau studi kasus. Konsisten berbagi nilai akan membuat audiens percaya padamu.
2. Tentukan Niche yang Spesifik
Jangan hanya “kelas bisnis”. Lebih spesifik akan lebih efektif. Contoh: “kelas jualan hijab via Shopee”, “kursus Excel untuk akuntan pemula”, atau “pelatihan public speaking untuk introvert”.
3. Buat Landing Page yang Jujur dan Menarik
Jelaskan siapa kamu, siapa yang cocok ikut, apa saja yang akan didapat, dan seperti apa hasil akhirnya. Sertakan testimoni dan demo konten bila memungkinkan.
4. Gunakan Grup atau Komunitas
Jangan cuma kirim video lalu selesai. Tambahkan grup belajar (Telegram/Discord) untuk diskusi, tanya jawab, dan support. Ini meningkatkan nilai kursusmu dan bikin peserta merasa diperhatikan.
5. Minta Feedback, Lalu Perbaiki
Setiap batch, minta peserta beri penilaian. Gunakan itu untuk meningkatkan kualitas materi, durasi, cara penyampaian, atau platform.
Baca Juga: 5 Inovasi Terbaru di Dunia Bisnis yang Harus Kamu Ketahui
Peluang Besar, Asal Jujur dan Konsisten
Selama kamu bisa menyajikan materi yang bernilai, berbicara dengan gaya yang relatable, dan tidak menjual mimpi palsu, bisnis edukasi digital justru bisa jadi cara terbaik buat kamu berbagi ilmu sekaligus membangun bisnis yang scalable.
Kamu bisa mulai dari topik yang kamu kuasai—bahkan sesuatu yang kamu pelajari otodidak pun bisa bermanfaat untuk orang lain yang lebih baru.
Ingat, selalu ada orang yang butuh belajar dari level yang kamu sudah lewati.
Jualan kelas bukan scam. Yang salah adalah caranya. Kalau kamu punya niat bantu orang tumbuh, maka bisnis edukasi digital bisa jadi kendaraan besar buat memberi dampak sekaligus menciptakan penghasilan.
Edukasi adalah industri yang tak akan mati. Dan sekarang, lewat teknologi, siapa pun bisa jadi pengajarnya. Termasuk kamu.