Strategi Funneling Marketing yang Terbukti Menghasilkan

0
57 views

“Bisnis tuh ujung-ujungnya duit? bukan, bisnis tuh ujung-ujungnya database”, ungkap Dewa Eka Prayoga. Yap, di zaman sekarang bisnis yang bisa bertahan adalah mereka yang memiliki database. Untuk bisa memperolehnya maka Anda perlu memahami ilmu strategi funneling marketing.

Ilmu ini kerap diadaptasi oleh seluruh internet marketer. Mereka menyadari bahwa database adalah aset yang penting untuk dimiliki sekarang. Sebagaimana facebook yang banyak memperoleh keuntungan dari database yang mereka punya.

Sadarkah Anda, bahwa setiap hari Anda dijejali berbagai macam iklan dan mostly iklan tersebut sesuai dengan minat Anda. Nah, itu karena facebook memiliki database Anda.

Begitupun dalam ilmu funneling marketing, Anda akan difokuskan untuk bisa mendapatkan database yang akhirnya akan menjadi customer Anda.

Apa tujuan mendapatkan database? Ya supaya ada penjualan. Karena database yang sudah dimiliki akan menjadi target untuk penjualan Anda.

Istilah-istilah seperti list building, kolam dan sebagainya adalah bentuk dari dikumpulkannya database dalam sistem funneling.

Lalu, apa saja langkah-langkah yang harus dipersiapkan untuk bisa melaksanakan sistem funneling marketing?

Baca Juga: Konsep Dropship dalam Dunia Internet Marketing beserta Cara Mainnya

Strategi Funneling Marketing
sumber: harapan rakyat

Tentukan Kolam

Strategi funneling marketing yang pertama adalah dengan menentukan kolam.

Wah apa maksudnya tuh? Kolam ikan? atau kolam renang?

Bukan kok, bukan kolam seperti itu. Kolam yang dimaksud di sini adalah sebuah perumpamaan yang artinya adalah sebuah wadah yang menampung database para calon customer Anda.

Ada beberapa alternatif kolam yang bisa Anda gunakan seperti group whatsapp, telegram dan facebook. Umumnya, para internet marketer akan menggunakan wadah berupa telegram dan facebook.

Hal tersebut dikarenakan telegram dan facebook memiliki kapasitas group dengan jumlah yang besar. Jauh lebih besar dibandingkan whatsapp.

Telegram bisa menampung sebanyak 200.000 member dan facebook tidak terbatas. Sekarang saatnya Anda tentukan, mau menggunakan kolam yang mana untuk menampung database calon customer Anda.

Kalau email doang bisa gak? Yap, sebenarnya gak masalah bila Anda hanya ingin memaksimalkan email tetapi alangkah lebih baiknya bila Anda punya kolam lain di sosial media agar penjualan Anda lebih powerful.

Orang-orang di dalam kolam juga bisa berinteraksi dengan Anda sehingga hubungan Anda dengan calon customer jadi lebih intim. Ya, kalau Anda dan calon customer sudah lebih intim pasti ketika Anda menjual sesuatu bisa lebih mudah untuk closing.

Baca Juga: Affiliate Marketing yang Kini Menjadi Trend Internet Marketer

Strategi Funneling Marketing
sumber: paper.id

Siapkan Lead Magnet

Lead artinya adalah data calon customer Anda. Magnet diartikan sebagai sesuatu yang bisa menarik si lead tersebut. Anda mungkin pernah masuk ke dalam lead magnet seseorang.

Seperti ketika Anda sedang melihat adanya ebook gratis terus Anda ingin memilikinya dengan memasukkan nama dan alamat email nah di saat itulah Anda telah masuk ke dalam database pemilik ebook tersebut.

Ebook dijadikan sebagai lead magnet agar databas bisa dimiliki. Selain ebook, Anda juga bisa menggunakan video seperti video tutorial, ataupun template seperti template desain, template landing page dan sebagainya.

Intinya buatlah pancingan agar orang bisa memberikan nama dan email mereka. Pancingan bisa Anda buat sendiri atau dapat dari orang lain yang memang mereka sudah mengizinkan produk mereka untuk menjadi lead magnet.

Strategi Funneling Marketing
sumber: non profit law blog

Sharing Sharing Dahulu Selling Selling Kemudian

Database sudah dapat? Ya saatnya Anda jaga database tersebut dengan berbagi berbagai informasi dan pengetahuan. Sesuaikan pengetahuan yang ingin Anda bagikan dengan lead magnet.

Misal, Anda memberikan lead magnet berupa video, “3 cara menghasilkan uang dari blog”. Nah, ketika Anda sudah memiliki database orang-orang yang telah mendownload video tersebut maka saatnya Anda berbagi tentang dunia blogging.

Anda bisa mulai dari pengertian blog, apa saja kendala dalam membuat blog, bagaimana menentukan niche blog dan sebagainya.

Terus jualannya kapan? Kasih jeda paling tidak 5-6x Anda sharing tentang blog baru Anda jualan produk Anda. Misal, Anda menjual ecourse blogging atau workshop blogging nah Anda boleh jual ketika sudah sharing sebanyak 5-6x.

Mengapa demikian? Agar calon customer Anda merasakan urgensi dari produk yang Anda jual selain itu ini akan menciptakan trust kepada calon customer karena mereka telah mendapatkan berbagai ilmu tentang blogging dari Anda.

Coba kalau tiba-tiba Anda menjual produk workshop blogging tanpa berbagi tentang ilmu blogging terlebih dahulu. Calon customer pasti langsung berpikir, “Lah, Anda siapa?”.

Jangan lupa untuk arahkan database Anda ke kolam yang telah Anda buat seperti ke telegram ataupun ke group facebook. Bilang saja bahwa bila ada pertanyaan atau diskusi bisa disampaikan di group.

Baca Juga: Email Marketing (Pengertian, Tahapan dan Strategi)

Penutup

Nah, itulah strategi funneling marketing yang bisa Anda coba. Jadi tentukan kolam Anda, siapkan lead magnetnya dan perbanyak sharing. Kalau sharingnya sudah banyak maka Anda tinggal melakukan selling.

Ingat, jaga calon customer Anda untuk tetap loyal kepada Anda dengan terus berbagi informasi dan ilmu kepada mereka.

Silahkan sebarkan artikel ini agar orang lain juga merasakan manfaatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here