Home Internet Marketing Email Marketing: Pengertian, Tahapan dan Strategi

Email Marketing: Pengertian, Tahapan dan Strategi

0
Email Marketing: Pengertian, Tahapan dan Strategi

Salah satu strategi dalam dunia digital marketing yang kini mulai banyak diadopsi oleh para pebisnis online adalah email marketing.

Mungkin kamu adalah salah satu subscriber dari sebuah email yang dikirimkan kepadamu secara berkala. Mengapa kamu bisa mendapatkan email tersebut?

Coba kembali tengok ke belakang. Ingat-ingat dahulu apakah kamu pernah menginput emailmu di sebuah website untuk mendapatkan sesuatu?

Bila pernah, maka emailmu telah ditangkap oleh si pemilik website. Mereka menggunakannya sebagai data calon konsumen yang akan mereka kirimkan email secara berkala.

Mengapa menggunakan strategi email marketing?

Radicati Group melalui penelitiannya yang berjudul “Email Statistics Report 2007-2021″ menjelaskan bahwa ada 34% lebih atau 2,5 miiliar orang di seluruh dunia yang menggunakan surat elektronik.

Menurut prediksi mereka bahwa jumlah ini akan terus bertambah. Bahkan dalam 2 tahun ke depan, jumlah penggunanya bertambah hingga 2 miliar.

Jumlah tersebut tentu menjadi pasar yang sangat gurih untuk “dilahap”.

Gak usah jauh-jauh deh, coba tengok teman-teman di sekitar kita. Tanyakan pada mereka, apakah mereka memiliki email atau tidak?

Saya yakin mayoritas mereka akan menjawab, “punya”. Apalagi buat kalangan milenial. Karena email kini menjadi pintu masuk untuk mendaftar di sebuah situs.

Sehingga, rasanya mustahil apabila ada orang yang tidak memiliki email.

Melihat besarnya peluang tersebut, baiknya kita mengetahui lebih lanjut apa itu email marketing, bagaimana strateginya dan platform apa saja yang menyediakan tools ini.

Baca Juga: Strategi Massive Imperfect Action yang Ajib Tahun 2020

Email Marketing
sumber: digitalentrepreneur.id

Pengertian

Email marketing adalah sebuah strategi digital marketing yang memanfaatkan layanan email sebagai media pemasaran.

Definisi lain dijelaskan dalam wikipedia bahwa email marketing adalah segala aktivitas mengirimkan pesan dalam konteks yang komersil. Contoh: kirim promo, penawaran produk, diskon dan sebagainya.

Pada intinya email adalah salah satu tools yang digunakan sebagai media marketing.

Tahapan Eksekusi Email Marketing

Tidak mudah untuk membangun email marketing. Ada tahapan-tahapan yang perlu Anda lalui agar dapat mengeksekusi email marketing dengan maksimal.

Tahap pertama adalah memiliki database email.

Sangat tidak disarankan apabila Anda melakukan email list.

Apa maksudnya email list?

Anda mengumpulkan email-email yang Anda dapatkan tanpa melalui izin si pemilik email. Misal, Anda mengambilnya dari kartu nama, membeli email list orang lain, atau mengambil dari sumber lain tanpa izin.

Mengapa izin penting?

Coba Anda bayangkan apabila Anda tiba-tiba mendapatkan sebuah email penawaran tanpa Anda ketahui sumbernya darimana.

Atau tiba-tiba ada yang nge-email tapi tidak tahu itu siapa, alhasil pengirim email seperti orang SKSD (Sok Kenal Sok Dekat).

Sekalipun Anda kenal dengan si pemilik email, pasti Anda juga akan kaget. Karena tiba-tiba ia mengirimkan email penawaran padahal email tersebut biasanya digunakan untuk komunikasi hal-hal penting atau personal.

Oleh sebab itu, meminta izin terlebih dahulu menjadi penting. Dalam izin tersebut harus memuat dengan jelas topik atau isi pesan seperti apa yang akan Anda atau perusahaan Anda kirimkan kepada pemilik email tersebut.

Lain halnya, kalau si pemilik email sudah dengan rela menyerahkan emailnya kepada Anda. Kalau itu sih Anda tidak perlu minta izin lagi.

Tahap Kedua memiliki lead magnet.

Apa itu lead magnet? Gampangnya, ini adalah teknik untuk membuat konsumen mau memberikan emailnya kepada Anda.

Untuk melakukan hal tersebut, Anda harus memiliki sesuatu yang bisa ditukarkan dengan email si calon konsumen.

Beberapa hal atau item yang biasa dijadikan lead magnet, diantaranya:

A. Ebook

B. Video Pembelajaran

C. Kupon Diskon

D. Free Trial

E. Webinar

Dan beberapa produk digital lainnya.

Apakah harus produk digital? Sebenarnya bisa saja Anda menawarkan produk fisik untuk mendapatkan email tapi Anda harus siap menanggung cost-nya.

Apalagi kalau Anda ingin menarik banyak daftar email berarti Anda harus menyiapkan banyak produk fisik yang tentunya membuat biaya menjadi tidak efisien.

Dengan demikian, disarankan bagi Anda untuk menggunakan produk digital karena lebih efisien apalagi untuk jumlah yang banyak.

Tahap Ketiga Mulai Mengirim Konten Email.

Kalau Anda sudah memiliki daftar email yang masuk saatnya Anda mulai eksekusi dengan mengirimkan konten-konten email.

Jangan biarkan email yang sudah masuk Anda anggurin. Itu adalah aset yang berharga untuk bisnis Anda.

Tetapi sebelum mulai jor-joran memberikan konten-konten email, ada hal yang harus Anda perhatikan. Ini akan dibahas pada subbab berikutnya yaitu strategi email marketing.

Baca Juga: Konsep Bisnis PLR yang lagi Booming dan Strateginya

Email Marketing
sumber: Business Journey

Strategi

Oke, kita masuk ke pembahasan berikutnya yaitu tentang strategi email marketing. Setidaknya ada 7 strategi yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda ketika melakukan pemasaran melalui email.

1. Segmentasikan Email

Sebelum Anda mulai jor-joran memberikan konten email, pastikan Anda telah melakukan segmentasi terhadap pemilik-pemilik email tersebut.

Segmetasi ini akan memudahkan Anda untuk memberikan konten email yang cocok bagi mereka.

Umumnya, inilah beberapa segmentasi dalam email marketing.

A. New Subscriber. Ini adalah mereka yang baru memasukkan emailnya. Untuk orang-orang seperti mereka, awali konten yang berisi sapaan atau welcoming kepada mereka.

B. Preferences. Ini adalah konsumen yang perlu Anda petakan sesuai preferensinya. Contoh: konsumen yang lebih cenderung menyukai blog post notification atau sale notification.

C. Interests. Ini adalah konsumen yang perlu Anda bedakan sesuai dengan ketertarikannya. Contoh: konsumen yang tertarik dengan produk digital dan produk fisik.

D. Location. Dengan melakukan segmentasi berdasarkan lokasi maka Anda bisa jor-joran untuk mengirimkan notifikasi sebuah event apabila event tersebut berlokasi dekat dengan si calon konsumen.

2. Hindari Masuk ke Spam

Kalau email Anda sampai masuk ke spam maka wassalam. Email tersebut tidak akan pernah dibaca oleh konsumen Anda kecuali kalau Anda beritahu.

Karena email yang masuk ke spam tidak akan kenotif oleh si pemilik email. Maka pastikan bahwa email Anda masuk ke kotak masuk utama si pemilik email.

Ada beberapa cara agar email Anda terhindar masuk ke spam si pemilik email:

A. Pastikan bahwa Anda telah mendapatkan izin dari si pemilik email.

B. Email Campaign yang dikirimkan harus berasal dari IP address yang kredibel dan tidak pernah digunakan oleh orang lain yang pernah mengirim email spam.

C. Domain yang digunakan untuk email tersebut telah terverifikasi.

D. Jangan menggunakan kata-kata yang memancing spam seperti: promosi, diskon, jual dan sejenisnya. Kata-kata ini akan langsung ke-detect oleh gmail sebagai bagian dari spam.

E. Jangan menggunakan kalimat yang menipu pembaca atau bersifat “bait and switch

F. Buatlah Call to Action yang jelas.

G. Beritahu dimana posisi atau lokasi Anda.

3. Pastikan Mengirim Email di Waktu Terbaik

Ada penelitian yang dilakukan oleh salah satu tools email marketing terkenal bernama mailchimp. Ia melakukan penelitian tentang waktu terbaik mengirim email.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa hari terbaik untuk mengirim email adalah ketika weekday. Adapun waktu terbaik untuk mengirimkan email adalah ketika pagi hari.

Selain mengacu pada penelitian tersebut, Anda juga harus mempelajari bagaimana kehidupan daftar pemilik email yang Anda miliki tersebut.

Coba Anda bayangkan ketika Anda seperti si konsumen. Lalu, bayangkan kapan Anda akan membuka email. Di waktu itulah yang bisa Anda gunakan untuk mengirimkan sebuah email.

4. Buat Subject Line yang “Nendang”

Dalam ilmu copywriting, headline menjadi yang sangat penting untuk diperhatikan. Headline adalah biangnya iklan kalau kata Dewa Eka Prayoga.

Ketika headline Anda jelek maka dipastikan email open rate Anda juga akan kecil. Oh ya, email open rate adalah tingkat dibukanya email yang Anda kirim oleh si konsumen.

Jadi, pastikan bahwa subject yang Anda masukkan sebagai bagian dari konten email haruslah menarik sehingga memicu orang untuk membuka email Anda.

5. Personalisasikan Email yang Anda Kirim

Coba bandingkan dua email berikut:

Pertama:

“Hay, semuanya apa kabar? semoga kalian baik-baik saja ya kini spotbisnis punya penawaran menarik nih buat kalian yang suka belanja online, ada diskon menarik hanya untuk hari ini”

Kedua:

“Halo Dendy, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga kamu baik-baik saja ya. Oh ya Dendy kan suka belanja online nih, lagi ada diskon menarik nih buat Dendy khusus hanya hari ini loh”

Dari kedua contoh email tersebut mana yang menurut Anda paling menarik?

Pasti yang kedua, bukan?

Ya, karena email yang kedua lebih personal dan Anda akan merasa lebih intim dengan si pengirim email. Bukankah begitu?

6. Perhatikan Kualitas Konten

Sebagaimana media informasi lainnya, orang yang mendapatkan email umumnya juga lebih prefer mendapatkan informasi ketimbang mendapatkan tawaran penjualan.

Jadi, jangan sampai Anda mengirimkan email yang isinya jualan mulu. Gondok juga orang bacanya, hehe.

Pastikan Anda kirimkan kepada mereka konten-konten yang menarik, bermanfaat dan tentunya berkualitas.

Dengan begitu, konsumen akan dengan loyal membuka email yang Anda berikan.

Perbanyak konten-konten edukasi sebelum masuk ke konten penjualan. Kalau kata orang, sharing-sharing dahulu, selling-selling kemudian.

7. Pastikan Email Mobile Friendly

Sebagian besar orang membuka email melalui gawainya. Data dari Blue Hornet menjelaskan dengan lebih spesifik bahwa ada 67,2% konsumen yang menggunakan handphone untuk mengakses email mereka.

Maka pastikan bahwa email yang Anda kirim telah terformat secara responsif dan bila ada konten media maka itu harus bisa dimuat oleh mobile device.

Tips agar email yang Anda kirimkan lebih mobile friendly diantaranya:

  • Formatnya simple, usahakan dibawah 600px wide.
  • Jangan gunakan font yang kecil karena nanti akan sulit dibaca.
  • Bila memasukkan gambar, gunakan dengan resolusi yang kecil agar loadnya lebih cepat.
  • Gunakan CTA yang besar atau menonjol agar lebih terlihat dan menarik.
  • Bila memiliki lebih dari 1 link maka jangan diletakkan secara berdekatan agar konsumen tidak salah pencet.

Baca Juga: 7 Kualitas Menjadi Great Leadership, inilah indikatornya

Penutup

Pada intinya, email marketing adalah salah satu strategi pemasaran digital yang efektif dan kian banyak digunakan oleh digital marketer.

Dengan menggunakan email, para digital marketer tidak hanya bisa melakukan penawaran tetapi juga bisa berbagi pengetahuan sehingga menciptakan konsumen atau subscriber yang loyal.

Kalau sudah loyal efeknya omset yang pasti akan meledak. Tentu Anda juga menginginkan hal tersebut terjadi untuk bisnis Anda.

Ingat email yang Anda dapatkan adalah aset Anda. Maka jagalah aset tersebut dengan baik dan buatlah ia menjadi mesin uang Anda.

Silahkan bagikan artikel ini seluas-luasnya apabila ada manfaat yang bisa Anda dapatkan didalamnya. Anda juga bisa membaca artikel lain tentang dunia bisnis dan marketing di blog ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here