Apa itu Covert Selling dan Contohnya yang Bisa Anda Coba

0
18 views
apa itu covert selling

Apa itu Covert Selling dan Contohnya – Dalam strategi berjualan online ada teknik copywriting yang bisa Anda coba. Teknik ini menggunakan kata-kata yang sebenarnya dimaksudkan untuk berjualan tapi tidak terlihat berjualan.

Apakah teknik tersebut? Ia bernama teknik covert selling.

Ingat ya covert bukan convert apalagi cover, hehe. Mungkin saat ini Anda timbul pertanyaan, “emang bisa ya jualan tapi tidak terlihat jualan?”

Jawabannya bisa. Tapi sebelum kita lebih lanjut bahas apa itu covert selling dan contohnya, cari tahu dulu yuk kenapa ilmu ini penting.

Mengapa Penting Covert Selling

Pada prinsipnya orang tidak ingin dijuali. Apalagi kalau kalian bermain di online yang mana aktivitas banyak terjadi di sosial media.

Yang namanya sosial media ya adalah media untuk bersosialisasi. Para netizen (termasuk Anda) juga pasti bermain sosial media karena ingin adanya interaksi.

Kalau sosial media isinya jualan ya namanya bukan sosial media tetapi marketplace.

“Tapi kan banyak yang menggunakan sosial media untuk berjualan?”

Yap betul banget, tapi yang pengen dibahas di sini adalah prinsipnya dulu. Biasanya orang berjualan di sosial media dengan akun yang memang merupakan akun dagang.

Lalu, bagaimana kalau akun tersebut akun personal? Anda mungkin tetap bisa berjualan tetapi respon followers Anda pasti akan bete.

Sama halnya bila Anda melihat ada rekan Anda yang kerjaannya jualan mulu atau melihat broadcastan yang to the point jualan seperti:

“Beli puding ini harganya Rp50.000, persediaan terbatas!”

“Segera pesan rumah di Wakanda, harga Rp1 miliar, bisa cicilan tanpa DP, Rumah Worth it untuk Anda dan keluarga, Pesan Sekarang!”

Kalau kalimat-kalimat ini yang melintas di beranda Anda terus menerus, apa respon Anda? Pasti kesel kan?

Yap begitulah memang tabiat manusia. Nah, kalau Anda masih bersikukuh menggunakan kalimat tersebut yang termasuk hard-selling maka disarankan Anda menggunakan akun dagang dan diiklankan menggunakan FB Ads.

Kenapa FB Ads?Ya karena di FB ads Anda sudah menargetkan orang-orang yang memang sesuai dengan market Anda. Sehingga hard selling menjadi tidak masalah.

Selain itu, penggunaan covert selling penting digunakan karena bila Anda menggunakan hard selling yang mana akan membuat engagement di akun Anda menjadi rendah, maka Facebook dan instagram akan membuat akun Anda menjangkau lebih sedikit followers.

Yap, karena begitulah algoritmanya bekerja. Semakin interaksi pada akun Anda berkurang maka semakin rendah jangkauan akun Anda ke followers Anda.

Baca Juga: Inilah Algoritma Google dari Tahun 2011 sampai 2019

Misal, bila biasanya akun Anda bisa menjangkau orang hingga 10% dari total followers Anda maka ketika engagement Anda rendah, followers yang bisa terjangkau bisa berkurang menjadi 5%. Bahkan bisa lebih kecil lagi dari itu. Sayang kan?

Itulah sebabnya penting untuk Anda yang berjualan online untuk menggunakan teknik ini. Agar tingkat engagement atau interaksi di akun Anda tetap terjaga.

Apa itu Covert Selling
sumber: unsplash

Contoh Covert Selling

Setelah dibahas tentang apa itu covert seling beserta alasannya. Sekarang kita bahas tentang contohnya. Begini, pada prinsipnya konsep covert selling adalah konsep bercerita.

Yap, jadi Anda menceritakan sesuatu yang sifatnya menginspirasi tetapi sebenarnya Anda sedang jualan.

Followers atau orang-orang yang berada di jangkauan sosial media Anda tidak akan ngeh kalau Anda sebenarnya sedang berjualan.

Contohnya gini:

Kemarin saya senang banget karena kebuntuan saya dalam mencari ide konten dapat terpecahkan. Sebagai seorang content creator tuntutan untuk membuat daily content pastinya akan menguras otak untuk memikirkan “konten apa ya selanjutnya”

Mau mencari di google juga tetap tidak nemu karena bingung mikirin “topik intinya apa ya”. Soalnya kan kalau mau cari di google harus ngetik kata kuncinya dulu.

Ya pada akhirnya tetap “nguras otak” juga. Di tengah kebuntuan saya tersebut, ternyata teman saya memberitahukan tools yang bagus.

Ini kali pertama saya mendengar tools tersebut yang katanya bernama virol. Dikasih tahu teman bahwa ada tools yang bisa membantu saya dalam meriset konten.

Iseng saya melihat tools tersebut melalui link virol.co dan akhirnya melihat berbagai macam fiturnya yang worth it banget untuk content marketer seperti saya.

Saya kira cuma riset konten juga, ternyata juga analytic yang lebih lengkap dari yang dulu saya gunakan. Bisa juga analisis konten orang lain mulai dari kapan ia posting dan hastag apa saja yang ia gunakan.

Sejauh saya menjadi content marketer, baru tools ini yang saya rasa paling lengkap. Enggak tahu sih kalau ada yang lain. Nanti nunggu teman ngabarin lagi aja, hehe.

Maaf ya sekedar sharing semoga ada manfaatnya dan kali aja ada yang berprofesi sebagai content marketer seperti saya.

Oke, melihat bahasa tersebut apakah saya terlihat seperti sedang berjualan?

Kalau diperhatikan baik-baik sebenarnya saya sedang menjual tools bernama virol dengan link affiliasi saya.

Jadi kalau ada orang penasaran lalu mengklik dan akhirnya membeli maka saya akan mendapatkan komisinya.

Baca Juga: Affiliate Marketing yang Kini Menjadi Trend Para Internet Marketer

Gimana? kerasa bedanya kan?

Kalau Anda menggunakan teknik ini maka engagement Anda juga tetap akan terjaga. Begitupun ketika Anda share ini di WA maka orang di group tidak akan skeptis bahwa Anda sedang berjualan.

Sharing dapat, selling juga dapat. Enak, kan?

Penutup

Jadi bila Anda ingin berjualan dengan akun pribadi Anda, pertimbangkanlah untuk menggunakan teknik covert selling.

Karena ini akan menjaga interaksi Anda dengan para followers atau rekan-rekan di dunia maya. Sulit? Sebenarnya tidak kalau Anda mau berlatih dan seharusnya mudah karena prinsipnya adalah bercerita.

Bukankah orang suka bercerita?

Semoga artikel tentang apa itu covert selling memberikan manfaat untuk Anda dan silahkan untuk disebarkan agar orang lain juga merasakan manfaatnya.

Jika Anda tertarik dengan konten internet marketing seperti ini, Anda bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Internet Marketing. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here