3 Rasio Keuangan yang Paling Penting Diketahui

0
31 views
rasio keuangan yang paling penting diketahui

3 Rasio Keuangan yang Paling Penting Diketahui – Untuk mengukur kinerja perusahaan terutama dalam hal pengelolaan keuangan maka diperlukan alat ukur yang bisa menggambarkan secara detail kondisi perusahaan.

Alat ukur tersebut disebut rasio keuangan. Ia mengukur kondisi keuangan perusahaan berdasarkan pos-pos keuangan seperti:

1. Laporan Neraca,

2. Laporan Arus Kas,

3. Laporan Laba Rugi.

Dengan adanya alat ukur tersebut, maka segala pihak di dalam perusahaan termasuk manajemen, investor, pemerintah dan kreditur bisa mengambil keputusan dengan bijak.

Ada beberapa contoh rasio keuangan, namun yang akan dibahas pada artikel ini adalah 3 yang paling penting diketahui.

Apa saja ketiga rasio tersebut? Yuk simak sampai habis.

Baca Juga: Contoh Investasi Syariah yang Bisa Anda Coba Tahun 2020.

Rasio Likuiditas

Di dalam rasio ini, perusahaan bisa melihat kemampuannya dalam melunasi seluruh hutang jangka pendek dengan aset yang ia punya. Pembagian rasio ini terdiri dari 3, diantaranya:

A. Cash Ratio

Di dalam rasio ini perusahaan dapat menganalisis posisi kas yang dapat menutupi hutang lancar. Caranya adalah dengan membandingkan kas, setara kas dengan hutang lancar.

Rumusnya= [(kas+setara kas) : hutang lancar)] x 100%

B. Current Ratio

Pada rasio ini perusahaan menganalisis kemampuan aktiva untuk melunasi hutang lancar. Cara dalam menghitung rasio ini adalah dengan membandingkan aktiva lancar dengan hutang lancar.

Rumusnya= (aktiva lancar : hutang lancar) x 100%

C. Quick Ratio

Di dalam rasio ini, perusahaan menganalisis kemampuannya dalam melunasi kewajiban jangka pendek dengan mengurangi aktiva lancar dan persediaan serta membaginya dengan hutang lancar.

Rumusnya = [(Aktiva Lancar – Persediaan) : Hutang Lancar)] x 100%.

Rasio keuangan
sumber: unsplash

Rasio Solvabilitas

Rasio ini digunakan ketika perusahaan akan dilikuidasi. Ia melihat kemampuan perusahaan dalam melunasi segala kewajibannya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Beberapa rasio yang termasuk ke dalam rasio solvabilitas adalah sebagai berikut:

A. Debt Ratio / Total Debt to Total Asset Ratio

Dalam rasio ini perusahaan akan melihat berapa banyak dana yang asalnya dari hutang. Baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka panjang.

Cara menghitungnya adalah dengan membagi total hutang dengan aktiva.

Rumusnya: (total hutang : total aktiva) x 100%.

B. Debt to Equity Ratio

Pada rasio ini perusahaan mengukur persentase antara utang dan modal yang dimiliki perusahaan. Sehingga ia bisa melihat berapa kemampuan modal dalam melunasi hutangnya.

Rumusnya: (total hutang : modal) x 100%.

Baca Juga: Mengatur Keuangan Saat Pandemi Menjadi Penting Sebelum Terlambat

Rasio Rentabilitas

Rasio ketiga alias rasio terakhir dalam pembahasan 3 rasio yang paling penting untuk diketahui ini adalah rasio rentabilitas.

Apa itu? Ia adalah alat ukur untuk menganalisis kemampuan perusahaan untuk mendapatkan profit alias laba.

Perusahaan menggunakan rasio ini untuk memastikan sustainabilitas dari bisnis yang dijalankan.

Beberapa aspek dalam rasio rentabilitas diantaranya:

A. Return on Investment (ROI)

Anda mungkin tidak asing dengan istilah ini. Alat ukur ini digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dalam rangka menutupi sejumlah investasi yang telah dikeluarkan.

Rumusnya= (Laba Bersih setelah Pajak : Investasi) x 100%.

B. Return on Assets (ROA)

Bila ROI melihat dari sisi investasi maka ROA melihat dari sisi aset. Mudahnya, alat ukur ini melihat kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profit dari aset yang mereka punya.

Rumusnya= (Laba sebelum Bunga dan Pajak : Total Aktiva) x 100%

C. Profit Margin

Alat ukur ini melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan tertentu.

Ia juga dapat melihat kemampuan perusahaan dalam mengefisiensikan cost pada periode tertentu.

Rumusnya = (Laba Bersih : Penjualan) x `100%.

D. Gross Profit Margin

Alat ukur ini lebih spesifik yaitu mengukur laba kotor dari setiap penjualan.

Rumusnya = (Laba Kotor : Penjualan) x 100%.

E. Net Profit Margin

Masuk ke alat ukur terakhir dalam rasio rentabilitas adalah net profit margin. Ia juga mengukur kemampuan perusahaan dalam meningkatkan keuntungan pada tingkat penjualan tertentu.

Bedanya di dalam rumus perhitungannya disertakan pengurangan pajak sehingga yang dipakai adalah variabel laba bersih setelah pajak.

Rumusnya = (Laba bersih setelah pajak : penjualan) x 100%.

Baca Juga: 4 Jenis Investasi Online yang Cocok untuk Milenial

Penutup

Nah, itulah 3 rasio keuangan yang paling penting untuk diketahui. Bila Anda saat ini memiliki perusahaan dan sedang berjalan maka mulailah dengan melihat rasio-rasio tersebut.

Bila tidak dikhawatirkan perusahaan Anda tidak dalam keadaan baik-baik saja. Di sisi lain, Anda juga akan kerepotan untuk mengambil keputusan bila tidak menggunakan alat ukur keuangan tersebut.

Silahkan sebarkan artikel ini seluas-luasnya agar pembaca yang lain terutama mereka yang sedang menjalankan bisnis juga bisa merasakan manfaatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here