7 Keajaiban Rezeki Ippho Santosa yang Mendunia

0
253 views

Salah satu buku fenomenal yang mengguncang Indonesia bahkan sampai ke taraf internasional adalah buku 7 Keajaiban Rezeki Ippho Santosa. Buku ini laris terjual bahkan mendapatkan predikat Mega-best seller.

Buku ini berada di peringkat nomor 2 setelah penjualan buku ESQ karya Ary Ginanjar. Tidak hanya buku yang dihadirkan dan telah dibaca jutaan orang, seminarnyapun diikuti oleh ribuan orang hingga di 5 benua.

Testimoni-testimoni positif turut menyertai kelayakan atas buku ini. Nah, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah pernah membaca buku tersebut?

Penasaran dengan isinya? Yuk kita bahas pada artikel kali ini tentang buku 7 Keajaiban Rezeki karya Ippho Santosa.

Sekilas Tentang Buku 7 Keajaibaan Rezeki Ippho Santosa

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ini adalah buku fenomenal dari seseorang bernama Ippho “right” Santosa. Mengapa right? karena beliau adalah pakar otak kanan.

Bahkan kalau Anda melihat di posisi kanan atas cover buku ini tertulis “seri otak kanan”. Yap, ketika membaca buku ini, Anda akan dibawa sebagai seseorang yang akan menggunakan otak kanan.

Dalam buku ini, Ippho Santosa juga menekankan bila hal-hal yang ada di dalamnya dipraktikkan dengan serius tanpa tapi dan tanpa tanya maka dalam 99 hari pastinya akan terjadi perubahan.

Praktik tersebut terdapat di dalam 7 keajaiban yang ia jabarkan satu per satu. Penasaran apa saja 7 keajaiban tersebut?

7 Keajaiban Rezeki Ippho Santos
sumber: mesinabsensi

Keajaiban 1 : Sidik Jari Kemenangan

Pada keajaiban pertama ini Ippho menjelaskan bahwa setiap orang adalah unik. Mereka memiliki cara sendiri untuk meraih kemenangan. Bagaimana caranya? Ya hanya dirinya yang tahu dan cara tersebut tidak akan dimiliki oleh orang lain.

Layaknya sebuah sidik jari yang jelas berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya. Tidak banyak yang dijelaskan oleh penulis pada bab ini.

Pembaca diminta untuk menuliskan sendiri sidik jari kemenangannya. Penulis meyakini bahwa pembaca harusnya sadar bahwa ia memiliki keunikan sendiri untuk menang.

Keajaiban 2 : Sepasang Bidadari

Pada bab ini bisa dibilang cukup menohok. Ippho menjelaskan betapa pentingnya peran sepasang bidadari yang sebenarnya menjadi penguat doa dan ikhtiar kita.

Siapa saja yang dimaksud dengan sepasang bidadari?

Bidadari pertama adalah orang tua kita. Dalam konteks yang lebih spesifik adalah ibu kita. Kalimat yang menjadi inti dari bab ini adalah, “berbakti mengundang rezeki dan durhaka mengundang petaka”.

Yap, pada intinya ibu adalah sosok yang bisa menjadi penguat doa dan ikhtiar demi terwujudnya sebuah impian. Bahkan penulis menyarankan bahwa impian yang kita bangun harus sama dengan impian orang tua. Dengan begitu, impian akan segera terealisasi.

Bidadari kedua adalah istri. Sama halnya dengan sosok orang tua atau ibu, kepada seoarang istri pun impian yang akan kita wujudkan harus selaras. Dengan begitu, impian tersebut akan mudah untuk terwujud.

Baca Juga: Ikigai (Sebuah Konsep Kebahagiaan dari Jepang)

7 keajaiban rezeki ippho santosa
sumber: osisgrafma

Kejaiban 3: Golongan Kanan

Sebagai pakar otak kanan, bab ini menjadi penekanan tentang how we think. Sering sekali kita dalam kehidupan sehari-hari menggunakan otak kiri. Sehingga membuat segala tindakan jadi terlalu penuh perhitungan. Bukannya gak boleh, tetapi gerak jadi lebih lambat saja.

Sama halnya seperti sedekah, ketika kita mau sedekah kalau kita pakai pola kerja otak kiri maka kita akan berpikir “kaya dulu baru sedekah”, “punya duit dulu baru sedekah”. Yap, karena pola otak kiri menuntut hal yang berurut dan logis.

Tidak dengan otak kanan, dalam konteks sedekah pola pikir otak kanan adalah, “sedekah dulu nanti akan dikayakan”, “sedekah dulu nanti akan punya duit”. Berbeda, bukan?

Ada juga beberapa fakta menarik tentang otak kanan. Menurut penelitian, otak kanan membuat Anda lebih self-motivated, lebih supel, lebih cerdas emosi dan lebih awet muda.

Kemudian penelitian yang lain menunjukkan sekitar 80-85% penduduk bumi adalah golongan kiri dan sisanya yaitu 15-20% adalah golongan kanan. Yap, golongan kanan tergolong minoritas. Itu kata penelitian loh ya.

Jadi, dalam konteks kehidupan sehari-hari menggunakan otak kanan dan kiri sama-sama baiknya. Tetapi usahakan banyak hal yang didominasi oleh otak kanan agar banyak kebaikan yang bisa dilakukan.

Keajaiban 4 : Simpul Perdagangan

Pada keajaiban keempat, Ippho menekankan pada pentingnya untuk melakukan perdagangan. Kalau kita menengok kembali sejarah Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan ulama adalah seorang pedagang.

Bahkan pendiri NU dan Muhammadiyah memiliki background sebagai seorang pedagang. Mengapa berdagang menjadi penekanan pada bab ini?

Terdapat hadist Nabi SAW, “9 dari 10 pintu rezeki terdapat dalam perdagangan“. Hadist ini menjadi penguat dan motivasi dalam berdagang. Terlepas dari hadist ini shahih ataupun dhaif, hal yang pasti adalah role model kita mengajarkan tentang berdagang.

Dengan berdagang, Anda bisa banyak membantu orang lain. Karena Anda memberikan solusi atas kebutuhan orang lain. Dengan berdagang, Anda bisa membuka lapangan pekerjaan dan ada banyak lagi manfaat dari berdagang.

Terakhir dengan berdagang, potensi Anda ntuk menjadi kaya sangat tinggi. Beda bila Anda menjadi karyawan yang gajinya terbatas. Menjadi pedagang atau pengusaha membuat gajimu tanpa batas.

Di sini juga, Ippho menekankan tentang pentingnya untuk menjadi kaya.

Baca Juga: Lean Startup (Metode Membangun Startup yang Tervalidasi Pasar)

File:Mendung di langit biru (50).JPG - Wikimedia Commons
sumber : wikimedia commons

Keajaiban 5 : Perisai Langit

Bab dalam buku 7 keajaiban rezeki karya Ippho Santosa ini menekankan pada kewajiban dalam menguatkan hubungan dengan pemilik langit. Caranya? Ya tentunya dengan meningkatkan ibadah.

Di sini Ippho menuliskan:

“Supaya rezeki bertambah, apa yang diajarkan oleh agama?

  • Sedekah
  • Sholat Dhuha
  • Shalat Tahajud
  • Istighfar
  • Zikir
  • Tawakkal
  • Syukur
  • Menikah
  • Berhaji
  • Umroh
  • Memperbaiki ibadah.

Tidak masuk akan, kan? Ya itu memang tidak masuk akal kalau menggunakan otak kiri.”

Kemudian berbicara soal sedekah ada singgungan Ippho yang cukup menohok, “Sedekah diam-diam ataupun terang-terangan boleh, yang gak boleh diam-diam gak sedekah”.

Keajaiban 6 : Pembeda Abadi

Hampir mirip dengan keajaiban pertama yaitu sidik jari kemenangan, pada keajaiban pembeda abadi ini Anda diminta untuk menentukan apa yang menjadi “kekuatan” di dalam diri Anda.

Idealnya bila kita memiliki kelebihan dan kelemahan pasti upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kelebihan atau kekuatan dan memperbaiki kelemahan. Bukan, begitu?

Tetapi sumber daya yang kita miliki baik waktu, tenaga dan biaya amat terbatas. Melakukan 2 hal tersebut (meningkatkan dan memperbaiki) tidaklah efektif.

Baiknya Anda memilih salah satu antara menguatkan atau memperbaiki. Saran dari penulis adalah menguatkan. Ippho mengilustrasikan seperti ini:

“Katakanlah, Anda jago negosiasi tapi bego kalkulasi. Dengan mengasah kemahiran negosiasi, efektivitias negosiasi Anda akan terdongkrak, misalnya semula nilai 7 menjadi 9. Lalu dengan mengasah kemahiran kalkulasi maka efektivitas yang semulai nilai 5 menjadi 7.

Dari kedua hal tersebut, mana yang lebih baik? Anda tentu akan memilih meningkatkan kemahiran negosiasi, bukan?”

Keajaiban 7 : Pelangi Ikhtiar

Oke, sekarang kita masuk ke bab terakhir dari buku 7 keajaiba rezeki Ippho Santosa yaitu bab Pelangi Ikhtiar. Pelangi ikhtiar ini dirangkum dalam 7 bias yaitu impian, tindakan, kecepatan, keyakinan, pembelajaran, kepercayaan dan keikhlasan.

7 bias tersebut melambangkan aktivitas-aktivitas seorang pemenang. 7 hal tersebut harus Anda lakukan dengan sungguh-sungguh untuk bisa “akselerasi” terhadap impian yang dituju.

Baca Juga: Posting Instagram di PC Menggunakan Facebook Creator Studio

Penutup

Nah, itulah penjelasan dari buku 7 keajaiban rezeki karya Ippho Santosa. Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat untuk Anda dan bisa segera diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ingat pesan dari penulis, “bila Anda mempraktikkan apa yang ada di buku ini tanpa tapi dan tanpa nanti maka Anda akan merasakan perubahannya dalam 99 hari bahkan kurang”.

Silahkan sebarkan artikel ini seluas-luasnya agar banyak pembaca yang merasakan manfaatnya. Jika Anda tertarik dengan konten review buku seperti ini, Anda bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Review Buku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here