Pitching Deck adalah Hal Penting Bagi Bisnis: Rumus Bong Chandra

0
60 views
pitching deck

Pitching Deck adalah Hal Penting yang Harus Dimiliki Founder – Ketika Anda membangun sebuah bisnis maka penting untuk memiliki gambaran atas bisnis yang Anda jalankan.

Terlebih ketika Anda ingin mendapatkan suntikan dana alias investasi dari venture capital atau angle investor maka Anda perlu mempersiapkan pitch deck.

Apa itu pitch deck?

Pitching deck adalah aktivitas presentasi dalam waktu yang singkat untuk menggambarkan bisnis yang sedang Anda jalankan.

Mengapa singkat? Ya karena investor pada dasarnya tidak memiliki waktu yang banyak. Terlebih mereka banyak mendapatkan berbagai macam pitch deck.

Sehingga bila presentasinya kepanjangan apalagi terlalu bertele-tele bisa dipastikan akan langsung ditolak. Miris kan? Sudah buat panjang-panjang tapi ditolak begitu saja.

Oleh sebab itu, Anda perlu tahu “template” apa saja yang dibutuhkan ketika akan membuat pitch deck.

Template yang akan dijelaskan pada artikel ini juga disampaikan oleh Bong Chandra yang juga merupakan pemilik dari Salt Ventures.

Beliau mengatakan ada 10 bagian yang harus ada di dalam sebuah pitch deck. Apa saja? Yuk simak sampai habis.

Baca Juga: 3 Steps Profit Framework yang Memiliki Dampak ke Income Anda

pitching deck adalah
sumber: unsplash

Uraikan Problem

Poin pertama dalam pitching deck adalah uraikan problem. Pada dasarnya sebuah startup dibuat memang untuk menyelesaikan problem.

Kalau kita melihat berbagai macam startup besar seperti Bukalapak, AirBnB, dan Gojek mereka tetap bisa bertahan hingga saat ini ya karena mereka mampu solve problem.

Bukalapak mampu menyelesaikan problem UMKM yang ingin go-digital dan problem netizen yang ingin membeli produk tapi tidak ingin ribet ke luar.

Kemudian AirBnB menyelesaikan problem kebutuhan penginapan dengan harga yang terjangkau. Dia juga menyelesaikan problem orang yang punya kamar kosong tapi tidak digunakan.

Lalu, Gojek startup decacorn di Indonesia ini juga bertahan karena dia menyelesaikan problem terkait kebutuhan transportasi yang cepat dan on-demand.

Nah, di presentasi Anda, perlu Anda sampaikan problem apa yang sedang terjadi di masyarakat yang ingin Anda selesaikan dengan startup Anda.

pitching deck adalah
sumber: unsplash

Solution

Poin kedua dalam pitching deck adalah solution. Yap, ketika problem telah selesai diuraikan maka langkah selanjutnya Anda perlu menyampaikan solusi apa yang Anda tawarkan untuk men-solve problem tersebut.

Sama seperti penjelasan di atas, semua startup yang hadir bisa bertahan karena masalah yang ia uraikan bisa ia selesaikan melalui startupnya.

Pastikan bahwa solusi Anda make sense dengan problem yang Anda uraikan ya.

Pitching deck template
sumber: unsplash

Product Demo

Ini sering disebut juga dengan prototype. Yap, ini adalah gambaran produk yang Anda tawarkan sebagai solusi atas masalah tersebut.

Bagi Anda yang berkecimpung di startup digital maka product demo yang bisa Anda perlihatkan adalah berupa website atau aplikasi yang sedang Anda buat.

Pastikan business process dari aplikasi tersebut sesuai dengan solusi yang Anda tawarkan.

Nah, seringkali ketika founder sedang mempresentasikan product demonya terjadi masalah koneksi internet sehingga penjelasannya jadi terhambat.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa memvisualisasikan product demonya dengan menggunakan video.

“Kalau produk saya non teknologi gimana? Apa perlu product demo juga”.

Dalam hal ini, Bong Chandra menjelaskan bahwa bila produk Anda non teknologi maka product demo mungkin tidak perlu dilakukan.

pitching deck example
sumber: unsplash

Market Size

Poin berikutnya adalah market size. Pertanyaan mendasar untuk menjawab poin ini adalah apakah solusi yang Anda tawarkan dengan product demo yang Anda tampilkan ada marketnya?

Bila ada, seberapa besar market tersebut?

Anda bisa perkirakan dengan melihat existing company. Misal, startup AIRBnB bisa melihat market size dari perhotelan.

Berapa revenue yang dihasilkan dari industri perhotelan. Anda bisa ambil datanya dan bisa Anda perkirakan dengan business model yang Anda punya berapa persen dari revenue hotel yang bisa Anda dapatkan.

Baca Juga: Perbedaan Marketing Branding dan Selling yang Perlu Anda Ketahui

pitching deck ppt
sumber: unsplash

Business Model

Gampangnya business model adalah how to get income from your business. Contohnya Netflix yang mendapatkan income dari subscription.

Kemudian kitabisa.com yang mendapatkan income dari persentase jumlah donasi yang terkumpul. Lalu, fintech syariah mendapatkan income dari margin investasi yang mereka tawarkan.

Ada berbagai macam business model yang bisa Anda coba. Semua tergantung dari solusi yang Anda tawarkan dari problem yang Anda telah uraikan.

pitching decks
sumber: unsplash

Competition

Jangan pernah katakan bahwa bisnis Anda tidak ada kompetitornya. Percayalah, setiap bisnis yang baru dijalankan saat-saat ini pasti sudah ada kompetitornya.

Bong Chandra bahkan mengatakan, “Tidak ada idea yang original”. Artinya ya memang semua ide yang saat ini berkembang adalah improvisasi dari ide-ide yang sudah ada.

Oke dari kompetitor tersebut, petakan berapa banyak kompetitornya dan bagaimana keunggulan mereka. Apa yang bisa Anda tawarkan dari bisnis Anda yang tidak ada pada mereka.

pitching deck carrier
sumber: unsplash

Market Validation

Apakah bisnis Anda telah proven by market? Nah, ini yang perlu Anda cari tahu. Coba Anda tanyakan ke beberapa orang yang Anda tahu ia memiliki masalah yang ingin Anda solve.

Lalu, Anda tawarkan produk yang bisa mengatasi masalah tersebut. Perhatikan, apakah ia mengiyakan atau bahkan menolak.

Bila ia mengiyakan, maka market Anda telah tervalidasi. Tentunya, Anda tidak cukup bertanya pada 1 orang. Perlu beberapa orang yang Anda tanyakan sampai market Anda benar-benar tervalidasi.

best pitching deck
sumber: unsplash

Team

poin berikutnya dalam pitch deck adalah tim. Komposisi tim yang bisa Anda masukkan setidaknya ada 3.

Yang pertama adalah hustler yaitu orang yang memahami konsep bisnisnya yang biasa diampuh oleh CEO.

Yang kedua adalah hacker yaitu orang yang memahami tentang teknis ITnya yang biasa diampuh oleh CTO.

Lalu yang ketiga adalah hipster yaitu orang yang memahami tentang ide-ide kreatif dan cara menggaet market dan biasa diampuh oleh CMO.

Baca Juga: Kasus Jouska Bermasalah, Inilah Pelajaran yang Bisa Diambil

investor pitching deck
sumber: unsplash

Mile Stones

Mile Stones adalah track record dari startup yang sedang Anda jalankan. Anda bisa mulai penjelasan mile stone dari awal didirikan sampai hari ini (Saat Anda Pitching).

Termasuk penghargaan apa saja yang telah Anda raih beserta laporan keuangan dari startup Anda.

Laporan keuangan terbaik bisa disematkan pada akhir presentasi.

pitching deck
sumber: unsplash

Fundraising Information

Poin terakhir dalam pitching deck adalah fundraising information. Pada poin ini Anda diminta untuk menjelaskan berapa dana investasi yang dibutuhkan.

Lalu, berapa valuasi perusahaan Anda dan terakhir ingin lepas saham/share berapa ke investor.

Cara menghitung valuasi perusahaan bisa menggunakan beberapa variabel salah satunya dari user acquisition yang startup Anda punya.

Penutup

Nah itulah 10 poin yang perlu ada di dalam pitch deck. Silahkan Anda buat pitch deck yang mencakup 10 poin tersebut.

Ingat jangan diimprove menjadi 11 poin atau 9 poin. Cukup 10 itu aja agar investor membaca pitch deck Anda. Ingat, investor tidak memiliki banyak waktu. Jadi sampaikan secara singkat dan jelas.

Jika Anda tertarik dengan konten bisnis seperti ini, Anda bisa juga melihat tulisan lainnya diĀ Topik Bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here