Inbound Marketing vs Outbound Marketing, Apa Perbedaannya?

0
43 views
inbound marketing vs outbound marketing

Dalam konsep pemasaran ada dua strategi terkini untuk mendapatkan konsumen ataupun klien. Strategi ini sering disebut inbound marketing vs outbound marketing.

Penasaran dengan istilah tersebut? Kalau kamu mendengar kata inbound dan outbound apa yang ada dipikiranmu.

Saya yakin ketika mendengar outbound pasti yang ada dipikiranmu adalah aktivitas-aktivitas di luar seperti bermain flying fox, panjat tebing dan sebagainya.

Salah sih enggak tapi dalam konteks marketing tentunya itu tidak tepat. Untuk mengetahui strategi ini lebih lanjut kamu bisa tonton penjelasannya di channel youtube berikut ini.

Konsep Marketing

Kita awali penjelasan tentang marketing terlebih dahulu. Apa sih konsep dari marketing? Yap intinya marketing adalah create interest and demand.

Membuat seseorang tertarik dan ingin melakukan pembelian atas produk atau jasa yang kamu jual.

Tahap terakhir setelah marketing adalah selling yaitu membuat calon pembeli akhirnya membeli atau closing.

Jadi marketing dan selling itu kedua konsep yang berbeda ya.

Baca Juga: Perbedaan Marketing, Branding, dan Selling yang Perlu Diketahui

Untuk membuat orang tertarik dan akhirnya melakukan demand alias permintaan atas produk yang kita jual maka sebenarnya ada beberapa strategi.

Strategi paling dasar terbagi menjadi dua yaitu inbound marketing dan outbound marketing.

Inbound Marketing vs Outbound Marketing
sumber: unsplash

Inbound Marketing

Inbound marketing adalah strategi marketing yang membuat calon konsumen atau klien dengan sangat mudah menemukan bisnis yang sedang kamu jalankan.

Bahasa gampangnya, “konsumen atau klien” yang datang ke kita. Kok bisa datang tiba-tiba?

Tentu ada dasarnya kenapa konsumen atau klien bisa datang ke bisnis kita seperti:

  1. Adanya konten sosial media yang dibangun dan dioptimasi dengan baik.
  2. Membangun Channel Youtube
  3. Membangun website dan optimasi Search Engine Optimization (SEO).

Baca Juga: Strategi Search Engine Optimization (Raih Ranking 1 di Google)

Dengan mengoptimasi ketiga hal tersebut maka kamu akan bisa mendapatkan klien dengan mudah.

Kamu juga bisa mempercepat optimasi tersebut dengan menggunakan paid traffic seperti facebook ads dan google ads.

Agar jangkauan orang-orang yang akan mengenal produkmu bisa lebih luas dan potensi terjadinya closing juga akan lebih tinggi.

Gampangnya semakin banyak traffic maka idealnya semakin banyak potensi terjadinya closing. Kalau traffic udah banyak tapi closing tak kunjung meningkat berarti perlu dipertanyakan seller-nya. Mungkin kemampuan closingnya perlu ditingkatkan lagi.

Inbound Marketing vs Outbound Marketing
sumber: unsplash

Outbound Marketing

Strategi berikutnya adalah outbound marketing. Sekali lagi, perlu diingat bahwa outbound di sini bukanlah aktivitas-aktivitas luar yang menantang itu.

Ini merupakan salah satu strategi marketing untuk mendapatkan klien ataupun konsumen. Bila inbound marketing fokus bagaimana klien datang ke bisnis kita maka outbound marketing adalah strategi untuk mendapatkan klien dengan cara kita yang datang ke klien.

Yap kita datangi setiap klien-klien potensial yang akan menggunakan jasa kita. Kenalkan diri dan produk yang sedang dijalankan.

Kamu bisa melakukan strategi ini dengan cara membangun jejaring/networking. Kamu bisa datang ke event-event yang terkait dengan niche produkmu.

Misal, bila kamu punya bisnis digital agency dan niche marketmu adalah UMKM yang ingin go digital maka kamu bisa datang ke seminar-seminar ataupun workshop bisnis.

Kamu bisa kenalan dengan peserta di sana, memperkenalkan diri dan bisnis serta memberikan kartu nama.

Perbanyak jejaring seperti itu, dengan demikian potensi kamu akan mendapatkan klien juga akan menjadi lebih tinggi.

“Tapi kebanyakan pebisnis sukses karena ada orang dalam”

Yap hal itu wajar dan menurut pendapat penulis, hal tersebut bukan sesuatu yang salah. Mengapa? Karena pada dasarnya orang dalam itu didapatkan dari hasil networking.

Kalau kamu tidak pernah melaksanakan networking maka akan sulit untuk mendapatkan orang dalam.

Bukankah silaturahim itu memperlancar rezeki?

Baca Juga: Apa itu Covert Selling dan Contohnya yang Bisa dicoba

Mana yang Lebih Efektif?

Keduanya bisa kamu jalankan bersama-sama. Optimasi secara inbound dan outbound. Bagi kamu pemilik bisnis, maka kamu bisa berikan urusan inbound ke karyawanmu adapun kamu tinggal fokus ke outbound.

Untuk bisnis yang baru maka pastikan kamu mengeluarkan effort lebih untuk outbound marketing.

Mengapa demikian? Karena bagaimanapun klien atau konsumen akan percaya terkait dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan bila ada social proof.

Apa maksudnya? Ya gampangnya ada testimoni dan portofolio yang kamu miliki. Bila kamu tak kunjung mendapatkan klien maka bagaimana kamu bisa mendapatkan testimoni dan portofolio.

Mulailah list kenalan-kenalan yang memiliki potensi menjadi konsumen atau klienmu. Bila belum ada maka ini saatnya untukmu mulai aktif berjejaring, mengikuti event-event yang akan dihadiri oleh niche marketmu.

Penutup

Demikian penjelasan tentang inbound marketing vs outbound marketing beserta perbedaannya dan strategi mana yang paling efektif.

Semoga penjelasan ini menambah wawasanmu khususnya di dunia marketing.

Jika Kamu tertarik dengan konten marketing seperti ini, Kamu bisa juga melihat tulisan lainnya diĀ TopikĀ Marketing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here